Selasa, 07 Agustus 2007

Game,, cape deh

Game untuk belajar, belajar melalui Game
Belajar tidak harus dengan membaca buku atau mendengarkan pelajaran di kelas. Seharusnya, kurikulum pembelajaran kita, menyertakan metode pembelajaran melalui game.

Game-game Tycoon termasuk game yang dapat dimanfaatkan sebagai media belajar. Inti dari permainan Tycoon adalah bisnis dan manajemen. Saya pernah menemui salah satu game Tycoon (saya lupa nama gamenya), yang mengangkat cerita tentang industri peralatan kamar mandi. Dalam game tersebut kita diajak untuk mengatur berbagai macam department yang ada di perusahaan, seperti: SDM, Keuangan, Produksi, Pemasaran, dan Riset. Game ini cocok untuk dijadikan bahan pelajaran kuliah Manajemen. Hmmm… seandainya saja saat kuliah, mahasiswa diberi tugas untuk berkompetisi melalui game seperti ini.

Skenarionya, mahasiswa membentuk sebuah tim (sebagai manajemen), untuk mensukseskan perusahaan tersebut, untuk mencapai misi, atau mempertahankan perusahaan dari persaingan usaha yang telah di-set dalam periode waktu yang telah ditentukan.
Mahasiswa akan mendapat nilai bagus, bila dapat lolos dari misi tersebut, dan bisa juga mendapat nilai bonus, bila berhasil melebihi target atau membuat inovasi kreatif. Hmmm… alangkah menyenangkan rasanya mengikuti kuliah Manajemen.

Kalau game Tycoon banyak berhubungan dengan manajemen dan bisnis yang terasa langsung proses belajarnya, ada juga game yang bisa kita ambil pelajaran-pelajaran lain. Seperti game The Sims. Salah satu pelajaran yang saya peroleh dari bermain game tersebut: untuk mencapai puncak karir, seseorang harus mempunyai keseimbangan antara pendidikan atau pengetahuan, kesehatan, rasa senang, kepercayaan diri, dan kehidupan sosial.

Tapi, game itu kan mengacu ke kehidupan orang diluar sono… kalau di Endonesa mah, untuk mencapai puncak karir, modalnya cuman duwit….

0 Comments: